Langsung ke konten utama

Kisah Islami

Kisah Seorang Anak dan Paku Di Tiang

Di masa lalu ada seoarang anak Muslim yang memiliki seorang anak lelaki bernama Mahmud. Anak lelakinya itu tumbuh menjadi seorang yang lalai menunaikan kewajiban-kewajibannya. Meskipun telah banyak ajakan, nasihat, dan perintah bapaknya agar Mahmud mengerjakan shalat, puasa, dan amal saleh lainya, Mahmud tetap meninggalkanya. Malah, ia suka bermaksiat. Mahmud suka berjudi, mabuk dan berbagai kemaksiatan lainya.

Suatu hari, bapaknya itu memanggil Mahmud, dan berkata, "Anakku, engkau ini suka lalai beribadah dan malah suka berbuat maksiat. Mulai hari ini, aku akan menancapkan paku pada tiang di halaman rumah kita.
Setiap kali, engkau berbuat maksiat maka aku akan menancapkan satu paku ke tiang itu. Akan tetapi, setiap kali engkau berbuat satu kebajikan maka aku akan mencabut sebatang paku dari tiang ini.
Sesuai dengan janjinya, setiap hari bapaknya menancapkan beberapa batng paku pada tiang itu, saat ia mengetahui Mahmud kembali bermaksiat. Kadang-kadang, dalam satu hari, ia sampai menancapkan puluhan paku di tiang itu. Ia jarang sekali mencabut paku itu keluar dari tiang karena Mahmud nyaris tidak pernah beramal saleh.

Hari demi hari berganti, minggu demi minggu berlalu, bulan pun berganti bulan, tidak terasa tahun demi tahun pun terus beredar. Tiang yang berdiri di halaman rumah Mahmud nyaris dipenuhi paku dari bawah hingga ke atas. Hampir setiap permukaan tiang itu di penuhi paku. Ada paku-paku yang sudah berkarat karena hujan dan panas.Setelah melihat tiang di halaman rumahnya penuh dengan paku yang membelalakan mata, timbullah rasa malu pada diri Mahmud. Ia pun berniat untuk bertobat dan memperbaiki dirinya. Mulai saat itu juga, Mahmud mulai mengerjakan shalat. Hari itu saja, lima butir paku telah di cabut bapaknya dari tiang itu. Besoknya, Mahmud shalat lagi di tambah dengan shalat sunnah sehingga paku-paku di tiang halaman rumahnya itu semakin banyak yang di cabut bapaknya.

Hari berikutnya Mahmud meninggalkan sisa-sisa maksiat yang melekat sehingga semakin banyaklah paku-paku yang di cabut bapaknya. Hari demi hari, semakin banyak kebaikan yang Mahmud lakukan, dan semakin banyak maksiat yang ditinggalkanya, hingga akhirnya hanya tinggal sebatang paku yang tinggal melekat di tiang itu.

Kemudian bapaknya memanggil Mahmud dan berkata, "Lihatlah anakku, ini paku terakhir dan akan aku cabut keluar sekarang. Tidakkah engkau gembira?"Mahmud terdiam sambil memandang tiang itu. Ia bukanya gembira seperti dugaan bapaknya, Mahmud malah menangis terisak-isak."Kenapa anakku?" tanya bapaknya, "aku menyangka, engkau tentu akan gembira karena semua paku itu telah aku cabuti."
Dalam tangisnya, Mahmud berkata, "Wahai bapakku, sungguh benar kata-katamu, paku-paku itu telah tiada, tetapi aku bersedih karena parut-parut lubang dari paku itu tetap membekas di tiang, bersama dengan karatnya. Begitu dengan kemaksiatan yang telah aku lakukan. Bekas dan karatnya pun masih ada. Bantulah aku untuk menjadi lebih baik.Bapaknya pun langsung mengiyakannya. Ia memeluk Mahmud dengan perasaan haru dan bahagia, melihat Mahmud telah sadar sepenuhnya.

HIKMAH DIBALIK KISAH

Kisah diatas merupakan sebuah pelajaran bagi kita agar senantiasa merubah diri dari perbuatan yang tadinya sangat dibenci oleh Allah SWT. menjadi seorang yang taat dan senantiasa membersihkan diri dari perbuatan dosa.

Allah SWT. adalah Tuhan Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang bagi hambanya yang ingin bertobat dan memperbaiki diri agar menjadi manusia yang taat dan bermanfaat untuk diri sendiri dan bahkan untuk orang lain.Sisa atau bekas dosa yang telah kita perbuat akan tetap ada, namun kita tentunya punya keinginan yang kuat dan sungguh-sungguh untuk bertobat, sehingga Allah SWT. akan menghapus dan membersihkan bekas dosa yang kita perbuat dan akan membaguskan diri kita dengan amaliah-amaliah yang disukai-Nya.

Sumber: www.seribusatukisahislami.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Istilah-istilah dalam bahasa Arab

Istilah-istilah dalam bahasa Arab شكرا Syukron ; terima kasih عفوا Afwan = maaf (dijadikan pula sebagai jawaban dari syukron) تفضل Tafadhdhol = silahkan (untuk laki2) تفضلي Tafadhdholiy = silahkan (untuk perempuan) ممتاز Mumtaz : Hebat, Nilai sempurna, bagus نعم Na’am : iya لا أدري La adri = tidak tahu زادنا الله علما وحرصا Zadanallah ilman wa hirsha = smoga ALLAH manambah kita ilmu & semangat يسر الله / سهل الله لنا الخير حيثما كنا Yassarallah/sahhalallah lanal khaira haitsuma kunna = semoga ALLAH mudahkan kita dalam kebaikan dimanapun berada اللهم اغفر لنا والمسلمين Allahummaghfir lana wal muslimin = ya ALLAH ampunilah kami & kaum muslimin اتق الله حيثما كنت Ittaqillaah haitsumma kunta = Bertaqwalah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada الله مستعان Allahul musta’an = hanya ALLAH-lah tempat kita minta tolong بارك الله فيك / الله يبارك فيك Barakallah fikum / Allahu yubarikfik = semoga ALLAH memberi kalian ber

Kata Kata Indah dalam Bahasa Arab

Bismillahirrohmaanirrohiim... جزاك االه خيرا  ( jazaakallahu khairaa )  “..Semoga Allah membalas kebaikanmu..” بارك الله لك  ( baarakallahu laka ) “.. semoga Allah memberkahimu..” حفظك الله ( hafidzokallah ) “..semoga Allah melindungimu..” طلابك مجاب من عيني  ( Tholaabuka mujaabun min ‘aini ) “..permintaanmu segera kulaksanakan..” لو سمحت  ( Lau samahta ) “..kalau engkau tidak keberatan..” من فضلك  ( min fadhlika ) “ ..dengan segala hormat, aku mohon kepadamu.. “ أنت تأمر  ( anta ta’muru ) “..engkaulah yang berhak menyuruh..” لا تغيب علينا  ( laa taghiibu ‘alayna ) “..jangan tinggalkan kami..” نحن ننتظرك بالصبر  ( nahnu nantadziruka bis sobri ) “..kami menunggumu dengan sabar..” ما اجمل منظرك ! و أحبه اليّ  ( maa ajmalaa mandzoroka! wa ahabba ilayya ) “ sungguh indah penampilanmu! dan aku sungguh suka gayamu.. “ ما اجمل ذوقك  ( maa ajmala dzauquka ) “..sungguh bagus seleramu..” حاضرة ( haadiroh ) “ya hadir..” لا أجد السعادة الاّ معك ( laa ajidus sa’aada

Kata Cinta Bahasa Arab & Artinya

لو جمعت أيام عمري من فرح ... ما تساوي لحظة من وقتي معك "Lau jama'tu ayyaama umri min farohin... maa tusaawie lahdzota min wakti ma'aki" Artinya: Kalaulah aku kumpulkan saat-saat gembira dalam hidupku, semuanya tidak akan dapat menyamai indahnya waktu yang aku habiskan denganmu. لو عرف الحب مقدار حبي لك لتمنى الحب أن يكون حبيبتي "lau arofal hubbu miqdaaro hubbie laka... latamannal hubbu an yakuuna habibati Artinya: Kalau saja Cinta tahu besarnya cintaku padamu, niscaya Sang Cinta akan berharap untuk menjadi kekasihku" عندما افتقدتك لن أبحث عنك بعيدا... بل سأنظر إلى أعماق قلبي حيث تكون دائما Indama iftaqodtuka lan abhatsu a'nka ba'iedan ... bal saandzuru ilaa a'maqi qolbi haitsu takuunu daaiman. Artinya:   Saat aku kehilanganmu, maka aku tidak akan jauh-jauh mencarimu. Tapi cukuplah aku mencarimu di dalam lubuk hatiku yang engkau selalu berada di sana. ليس الحب أن نبقى دائما بجانب من نحب ولكن الحب أن نبق